Binkam

Nasionalisme dan Jiwa Kebangsaan sebagai Cara Mencegah Radikalisme, Intoleransi, dan Anti Pancasila

×

Nasionalisme dan Jiwa Kebangsaan sebagai Cara Mencegah Radikalisme, Intoleransi, dan Anti Pancasila

Sebarkan artikel ini
Mencegah Radikalisme, Intoleransi, dan Anti Pancasila

Oleh: AKP Wahyu Indrawan, S.Sos, Kasat Binmas Polres Lombok Barat

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan majemuk. Kita memiliki berbagai macam suku, agama, budaya, dan bahasa yang berbeda-beda. Namun, kita juga memiliki satu hal yang sama, yaitu Indonesia sebagai tanah air dan bangsa kita. Kita juga memiliki Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa yang mengandung nilai-nilai luhur yang menjadi jati diri kita sebagai bangsa. Kita harus bangga dan bersyukur atas keberagaman dan kekayaan bangsa kita.

Namun, di sisi lain, kita juga harus waspada dan berhati-hati terhadap berbagai ancaman dan gangguan yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa kita. Salah satunya adalah adanya paham radikalisme, intoleransi, dan anti Pancasila yang menyebar di tengah masyarakat. Paham radikalisme adalah paham yang menghendaki perubahan sosial secara cepat dan radikal dengan menggunakan cara-cara yang keras dan melanggar hak-hak orang lain. Paham intoleransi adalah paham yang tidak mau menerima dan menghormati perbedaan yang ada di antara sesama manusia. Paham anti Pancasila adalah paham yang menentang Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia. Ketiga paham ini dapat menimbulkan dampak negatif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, seperti konflik, kekerasan, terorisme, diskriminasi, dan disintegrasi bangsa.

Oleh karena itu, kita perlu melakukan upaya-upaya untuk mencegah dan menangkal paham-paham tersebut. Salah satu upaya yang dapat kita lakukan adalah dengan menumbuhkan nasionalisme dan jiwa kebangsaan di kalangan masyarakat. Nasionalisme adalah rasa cinta yang mendalam terhadap bangsa dan tanah air serta memiliki kesadaran untuk mempertahankan kedaulatan dan keutuhan negara. Jiwa kebangsaan adalah sikap untuk bersatu padu dan bekerja sama dengan sesama warga negara dalam mencapai tujuan bersama. Dengan memiliki nasionalisme dan jiwa kebangsaan yang tinggi, kita dapat mengatasi perbedaan dan keragaman yang ada di antara kita dengan sikap saling menghargai, menghormati, dan toleran. Kita juga dapat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan sikap saling bahu-membahu, gotong-royong, dan solidaritas.

Untuk menumbuhkan nasionalisme dan jiwa kebangsaan, kita perlu melakukan beberapa hal, antara lain:

Menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila adalah rumusan nilai-nilai dasar yang menjadi pedoman hidup berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Pancasila terdiri dari lima sila yang saling berkaitan dan menyeluruh, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Dengan menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, kita dapat menjalin hubungan yang harmonis dengan sesama manusia tanpa membedakan suku, agama, ras, atau golongan. Kita juga dapat berpartisipasi dalam pembangunan nasional dengan menggunakan hak dan kewajiban kita sebagai warga negara secara bertanggung jawab. Kita juga dapat menegakkan hukum dan demokrasi dengan menghormati hak asasi manusia dan menjaga keseimbangan antara kepentingan individu dan masyarakat. Kita juga dapat mewujudkan kesejahteraan sosial dengan memperhatikan keadilan dan kesetaraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Mempelajari dan menghargai sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari penjajahan asing. Sejarah perjuangan bangsa Indonesia merupakan sumber inspirasi dan motivasi bagi kita untuk tetap berjuang demi mempertahankan kemerdekaan yang telah diperoleh dengan pengorbanan para pahlawan. Sejarah perjuangan bangsa Indonesia juga merupakan saksi bahwa bangsa Indonesia mampu bersatu dalam perbedaan untuk mencapai cita-cita bersama.

Dengan mempelajari dan menghargai sejarah perjuangan bangsa Indonesia, kita dapat menimbulkan rasa hormat dan terima kasih kepada para pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan bangsa. Kita juga dapat meneladani semangat dan sikap para pahlawan yang rela berkorban, berani, pantang menyerah, dan berjiwa besar. Kita juga dapat mengambil pelajaran dan hikmah dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk menghadapi tantangan dan masalah yang ada di masa kini.

Melestarikan dan mengembangkan budaya-budaya lokal yang menjadi ciri khas daerah kita masing-masing. Budaya-budaya lokal merupakan warisan leluhur yang memiliki nilai-nilai luhur dan kearifan lokal yang dapat memberikan jati diri dan kebanggaan bagi kita sebagai warga negara Indonesia. Budaya-budaya lokal juga merupakan bagian dari kekayaan dan keindahan bangsa Indonesia yang harus kita jaga dan kembangkan. Dengan melestarikan dan mengembangkan budaya-budaya lokal, kita dapat menunjukkan rasa cinta dan hormat kita kepada nenek moyang kita sekaligus mengenalkan budaya-budaya kita kepada dunia.

Dengan demikian, kita dapat mencegah dan menangkal paham radikalisme, intoleransi, dan anti Pancasila dengan menumbuhkan nasionalisme dan jiwa kebangsaan. Kita harus selalu ingat bahwa kita adalah bagian dari bangsa Indonesia yang besar dan beragam. Kita harus selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan menghormati perbedaan dan menghargai keragaman. Kita harus selalu menjunjung tinggi Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus selalu berkontribusi dalam pembangunan nasional dengan menggunakan potensi dan kemampuan kita masing-masing. Kita harus selalu berbangga menjadi warga negara Indonesia dengan mencintai tanah air dan budaya-budaya kita. Mari kita bersama-sama menjaga NKRI harga mati!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *