Polres Lobar Edukasi Warga Manfaatkan Lahan Pekarangan

oleh -1 Dilihat
Polres Lobar Edukasi Warga Manfaatkan Lahan Pekarangan
banner 468x60

Lombok barat, NTB – Ketahanan pangan nasional kini menjadi salah satu prioritas strategis pemerintah yang memerlukan dukungan kolektif dari berbagai lini, termasuk aparat kepolisian di tingkat kewilayahan. Menjawab tantangan tersebut, Polsek Labuapi, Polres Lombok Barat, Polda NTB, mengambil langkah proaktif dengan menerjunkan personel Bhabinkamtibmas langsung ke tengah masyarakat untuk menggerakkan potensi pertanian mandiri di tingkat desa.

Pada Jumat (2/1/2026), suasana di Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, tampak lebih dinamis dengan hadirnya personel kepolisian yang berdialog intensif bersama para petani dan warga pemilik lahan. Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan sebuah misi untuk memperkuat stabilitas pangan melalui optimalisasi sumber daya lokal yang selama ini sering terabaikan, yakni lahan pekarangan kosong dan lahan tidur.

banner 336x280

Sinergi Kepolisian dan Masyarakat dalam Sektor Pertanian

Langkah nyata yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Labuapi ini merupakan manifestasi dari peran kepolisian sebagai penggerak sekaligus motivator pembangunan di wilayah pedesaan. Fokus utama dalam giat kali ini adalah memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya kedaulatan pangan yang dimulai dari lingkup terkecil, yaitu rumah tangga. Dengan memanfaatkan setiap jengkal tanah yang tersedia, masyarakat diharapkan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pasokan pasar untuk kebutuhan pangan dasar.

Kapolsek Labuapi, Polres Lombok Barat, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam program ini adalah bentuk komitmen penuh terhadap kebijakan pemerintah pusat. Menurutnya, kepolisian memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan masyarakat memiliki daya tahan yang kuat, terutama dalam menghadapi dinamika ekonomi yang berdampak pada harga pangan.

“Kami melalui personel Bhabinkamtibmas terus berupaya hadir di tengah masyarakat untuk memberikan motivasi. Tujuannya jelas, agar masyarakat lebih kreatif dan produktif dalam memanfaatkan lahan pekarangan kosong yang mereka miliki. Ini adalah solusi efektif untuk menjaga stabilitas ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga maupun desa,” ujar Iptu I Nyoman Rudi Santosa dalam keterangannya.

Mengubah Lahan Tidur Menjadi Kawasan Produktif

Pemanfaatan lahan tidur dipandang sebagai strategi jitu dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Selama ini, banyak area terbuka di sekitar hunian warga yang hanya ditumbuhi rumput liar atau menjadi tempat pembuangan sampah organik yang tidak terkelola. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, Bhabinkamtibmas mengajak warga untuk menyulap area tersebut menjadi kebun sayur-mayur, tanaman obat keluarga, hingga budidaya komoditas pangan lainnya yang memiliki nilai ekonomis.

Proses transformasi ini memang memerlukan perubahan pola pikir dari masyarakat. Oleh karena itu, edukasi mengenai teknis pemanfaatan lahan menjadi agenda rutin yang disampaikan oleh para petugas di lapangan. Partisipasi aktif warga menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Tanpa adanya kesadaran dari masyarakat untuk mandiri secara pangan, program-program strategis pemerintah akan sulit mencapai hasil yang optimal di tingkat akar rumput.

Iptu I Nyoman Rudi Santosa menambahkan bahwa sinergi antara aparat dan masyarakat harus terus dipupuk demi tercapainya kemandirian wilayah. Ia menekankan bahwa keberhasilan di satu desa dapat menjadi rujukan atau pilot project bagi wilayah lain di Kabupaten Lombok Barat. Pendampingan yang dilakukan oleh Polri tidak akan berhenti pada tahap imbauan saja, melainkan akan terus dipantau perkembangannya secara berkala.

“Warga diharapkan dapat mengubah area terbuka yang tidak terpakai menjadi lahan produktif yang mampu menghasilkan komoditas pangan secara mandiri. Kami ingin sinergi antara aparat dan masyarakat semakin kuat, sehingga ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Lombok Barat dapat terjaga dengan optimal dan berkelanjutan,” lanjutnya mempertegas tujuan jangka panjang kegiatan tersebut.

Dampak Ekonomi dan Sosial Bagi Warga Labuapi

Selain dampak langsung terhadap ketersediaan pangan, inisiatif Polsek Labuapi ini juga membawa dampak positif terhadap kondisi sosial ekonomi warga. Dengan memproduksi bahan pangan sendiri, pengeluaran rumah tangga dapat ditekan, sehingga pendapatan masyarakat dapat dialokasikan untuk kebutuhan penting lainnya seperti pendidikan dan kesehatan. Di sisi lain, aktivitas bertani di pekarangan juga menjadi sarana interaksi sosial yang sehat antarwarga di lingkungan sekitar.

Hingga saat ini, Bhabinkamtibmas Polsek Labuapi terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap motivasi masyarakat dalam memaksimalkan potensi lahan mereka. Kehadiran polisi yang humanis di tengah ladang dan pekarangan warga menciptakan rasa aman sekaligus semangat gotong royong yang tinggi. Harapannya, gerakan kecil dari setiap rumah di Kecamatan Labuapi ini mampu memberikan kontribusi besar bagi ketahanan pangan nasional secara keseluruhan.

Melalui langkah nyata ini, Polres Lombok Barat membuktikan bahwa peran kepolisian kini semakin luas, tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak kesejahteraan sosial melalui dukungan pada sektor-sektor krusial seperti ketahanan pangan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.