Binkam

Gempur DBD di Lombok Barat: TNI-Polri Kawal Riset Jentik Nyamuk Ungkap Resistensi

×

Gempur DBD di Lombok Barat: TNI-Polri Kawal Riset Jentik Nyamuk Ungkap Resistensi

Sebarkan artikel ini
Sinergi TNI-Polri Kawal Kunjungan Kementerian Kesehatan RI untuk Atasi DBD di Lombok Barat

Lombok Barat, NTB – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat dan Puskesmas Kuripan, hari ini menggelar kunjungan penting ke Desa Giri Sasak, Kecamatan Kuripan. Kunjungan ini merupakan langkah proaktif dalam menanggulangi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang telah menginfeksi 21 warga desa hingga Juni 2024.

Tim kesehatan, yang terbagi menjadi dua kelompok, menyisir Dusun Perendekan Utara dan Perendekan Selatan untuk mengumpulkan sampel jentik nyamuk dari 100 rumah warga. Selain itu, tim juga mendata jumlah bak penampungan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Iptu Fahrizal Eko Suryanto, Kapolsek Kuripan Polres Lombok Barat Polda NTB, menegaskan pentingnya sinergi TNI-Polri dalam mengawal kegiatan ini. “Kami, bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Giri Sasak, berkomitmen untuk memastikan kelancaran dan keamanan proses pendataan,” ungkapnya.

Ns. H. Hasmuni Budiawan, S.Kep, Kepala Puskesmas Kuripan, menjelaskan bahwa sampel jentik nyamuk yang terkumpul akan dikirim ke Jakarta untuk diteliti lebih lanjut. “Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah jentik nyamuk di wilayah ini resisten terhadap metode pencegahan DBD seperti fogging dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN),” jelasnya.

Selain pengambilan sampel, petugas kesehatan juga memberikan edukasi kepada warga tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk mencegah penyebaran DBD dan penyakit lainnya.

Kunjungan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam melindungi kesehatan masyarakat, khususnya di daerah rawan DBD. Dengan sinergi yang kuat antara berbagai pihak, diharapkan upaya penanggulangan DBD di Lombok Barat dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *