Polsek Narmada Perketat Pengawasan Kembang Api, Cegah Mercon dan Petasan

Lombok Barat, NTB – Bulan Ramadan 1443 Hijriah, penjual kembang api mulai bermunculan.  Memang menjadi berkah tersendiri bagi para pemilik usaha.

Banyaknya pedagang kembang api dadakan, juga menjadi perhatian kepolisian. Di bulan ramadan ini, Polresta Mataram kerap melakukan patroli dialogis, kepada para pemilik usaha kembang api.

Patroli dialogis sasarannya memang para pemilik usaha kembang api. Setiap kali mendatanginya, personel Polsek Narmada juga melarang keras adanya penjualan petasan atau mercon di wilayah hukumnya.

Kapolsek Narmada Polresta Mataram Kompol I Nyoman Nursana SH mengatakan, pihaknya mengawasi dengan ketat terkait peredaran kembang api. Masuk pada bulan Ramadan, sesuai perintah Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi SIK MM, pihaknya mulai menyisir para pedagang kembang api yang berada di wilayah kerjanya.

Beberapa waktu lalu operasi dilakukan di wilayah pasar Narmada dan Pasar Keru, Kecamatan Narmada. “Melakukan pemeriksaan kepada setiap pedagang yang menjual kembang api, terhadpaseluruh dagangannya.

Pihaknya mengkhawatirkan, para pedagang kembang api ini menjual petasan atau mercon secara ilegal. Apabila menemukan ada petasan atau mercon ilegal, maka akan menyitanya.

“Selain itu juga dapat diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujarnya, Sabtu (09/04).

Dari hasil operasi ini, Kompol Nursana menyebutkan, masih belum menemukan penjualan petasan atau mercon secara ilegal. Begitupun operasi yang dilakukan di pasar Narmada dan Pasar Keru beberapa waktu lalu.

Namun begitu ia menegaskan bagi para penjual kembang api juga harus memenuhi syarat-syarat sesuai dengan ketentuan.

“Misal apabila menemukan para pedagang menjual kembang api berdiameter 2 inci atau 5,08 cm, maka penjual harus mengantongi izin,” ujarnya.

Pihaknya akan terus melakukan patroli di seluruh wilayah yang ada di Kecamatan Narmada. Sebagai perbatasan masuknya ke Kota Mataram. “Petasan atau mercon, memang menjadi atensi karena bahaya berbahaya bagi pengguna atau diri sendiri dan orang lain,” tutup Kompol Nursana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.