Lobar Raih Juara 1 FSQ Kategori Pop Religi Anak-Anak Putri Tingkat Provinsi NTB

by -3 views

Sumbawa Barat, TripatNews – Kabupaten Lombok Barat (Lobar) meraih juara ke-1 Kategori Pop Religi Tingkat Anak-Anak Putri pada Festival Seni Qasidah (FSQ) Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) NTB mulai 13-15 Oktober 2021 di Lapangan Masjid Agung Darussalam, Kemutar Telu Center, Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), NTB, Jum’at (15/10/2021).

Ketua Panitia FSQ Provinsi NTB Adul Aziz yang mewakili Gubernur NTB mengatakan, yang menjadi juara umum yakni kontingen Kota Mataram.

“Alhamdulillah berkat doa dari semua, Kabupaten Lobar dapat meraih Juara juara ke-1 Kategori Pop Religi Tingkat Anak-Anak Putri atas nama Julia Miranda Putri pada FSQ Tingkat Provinsi NTB di Kabupaten Sumbawa Barat, NTB, Jum’at Malam (15/10/2021).,” kata Ketua DPD LASQI Lobar Hj. Khaeratun Fauzan Khalid saat di konfirmasi melalui telpon.

Penyerahan piala FSQ Bintang Vokalis Seni Qasidah Tingkat Provinsi NTB dilakukan secara langsung oleh Bupati KSB H. W Musyafirin dalam puncak acara penutupan.

Di sela-sela penyerahan piala tersebut, Ketua DPD LASQI KSB Hj. Hanipah mengharapkan, melalui FSQ ini ada bakat-bakat generasi muda yang mampu memberikan yang terbaik bagi daerah hingga tingkat nasional.

“Selain festival ini untuk syiar Islam, juga sebagai peningkatan kualitas bakat seni dan qasidah bagi generasi muda di Indonesia,” katanya.

Ia juga mengingatkan, “hasil yang diraih seluruh peserta diharapkan dapat terus ditingkatkan. Artinya, meski meraih juara, tetapi kualitas dan kemampuan seni dan qasidah tetap terus dilatih, sehingga ketika Festival Bintang Vocalis Lasqi se-Indonesia yang akan berlangsung di Kota Mataram tahun 2022 nanti, bisa bersaing dan mempertahankan juara umum ini,” harapnya.

Sebab, tujuan festival ini yakni syiar Islam dan saling menyambung tali silaturrahmi bersama pengurus, peserta dan anggota LASQI kabupaten/kota se NTB, maka kualitas dan kemampun peserta juga harus semakin baik dan di tingkatkan. Sehingga implementasi di lapangan bisa diterima masyarakat dengan baik.

“Jika masyarakat mendengarnya enak dan nyaman, maka syiar Islam pun jalan. Jika masyarakat kurang menikmati, tentu syiar yang dibangun tidak akan masuk. Sedangkan prestasi yang diraih adalah pembawaan dan kharisma dari kemampuan yang dimiliki masing-masing peserta,” tuturnya. (YL)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.