Kunjungi Lokasi Penanaman Tanaman Dengan Metode Hidroponik, Babinsa Ajak Mahasiswa dan Perangkat Desa

Lombok Barat, TripatNews  – Laksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama warga binaanya, Babinsa Komando Resort Militer (Koramil) 08/Narmada Komando Distrik Militer (Kodim) 1606/Mataram memantau tanaman hidroponik dengan memanfaatkan lahan sempit milik salah satu masyarakat keturunan yang menetap di Desa Selat, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, Selasa (21/6/2022)

Kopka Saeful Bahri Babinsa Koramil 08/Narmada yang turun kelapangan bersama perangkat desa dan Bhabinkamtibmas serta mahasiswa, mengunjungi lokasi penanaman dengan metode hidroponik tersebut. Dalam kunjungan tersebut, Babinsa Menyampaikan, “Tanaman dengan metode hidroponik menjadi cara menanam tanaman yang sedang naik daun. Cara ini digemari karena proses menanam tumbuhan tidak lagi diperlukan tanah dan lahan yang luas. Dengan memakai cara menanam hidroponik,” jelasnya.

“Masyarakat juga bisa menggunakan bahan bekas dan bisa menggantungkannya di tembok. Tidak hanya itu saja, media bertanam menggunakan air ini bisa mengasah kreativitas dalam mengolah dan menciptakan media baru untuk bercocok tanam,” terangnya.

Alan merupakan salah satu masyarakat keturunan yang menetap di Desa Selat, manfaatkan pekarangan rumahnya yang sempit untuk mengembangkan tanaman hidroponik berbekal peralatan yang sangat sederhana. Adapun tanaman hidroponik yang di kembangkan itu berupa sayuran seperti kangkung, sawi, dan lain-lain.

“Dengan menanam memakai cara hidroponik, maka hasil panen akan lebih cepat. Namun masyarakat juga harus memperhatikan aspek lain yaitu; ketepatan dalam pemberian nutrisi, intensitas cahaya, dan juga suhu di sekitar tanaman tumbuh. Bagi yang baru memulai, hal yang harus di perhatikan adalah air nutrisi yang benar-benar tepat dan dapat terserap dengan sempurna. Hal ini karena dengan memakai cara hidroponik, maka nutrisi yang didapatkan hanya melalui air nutrisi saja,” tutur Alan.

Kopka Saeful Bahri menambahkan, “tehnik penanaman dengan cara hidroponik dengan cara memanfaatkan lahan pekarangan yang sempit harus di kembangbiakan dan dikenalkan kepada masyarakat untuk menjaga ketahanan pangan keluarga, terlebih jika hasilnya lumayan, masyarakat bisa menjualnya untuk menambah ekonomi keluarga,” ucap Babinsa.

“pemanfaatan lahan kosong yang sempit juga kita terus kita dampingi untuk menunjang warga supaya lebih mandiri dalam berkarya, saya berharap adik-adik mahasiswa yang ikut bisa membagikan pengetahuannya kepada masyarakat dan membimbing masyarakat dalam pemanfaatan lahan kosong, tentunya dengan Amati, Tiru, dan Modifikasi apa yang dilihat hari ini, ” tutup Babinsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *