Berikan Rasa Aman Dalam Melaksanakan Ibadah Tri Suci Waisak 2566 BE/2022 M, TNI Polri Lakukan Pengamanan dan Kerja Bakti

Mataram, TripatNews – Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 1606/Mataram Letkol Arm Arif Rahman S.Sos., M.M, Pantau Langsung Pelaksanan Ibadah Tri Suci Waisak di Lima Vihara di Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Hari Suci Waisak merupakan salah satu hari besar bagi umat Buddha.

Dandim 1606/Mataram Letkol Arm Arif Rahman S.Sos., M.M, bersama Kapolres Lobar AKBP Wirasto Adi Nugroho S.I.K, Camat Lembar Agus Sutrisman S.Kep.,M.Kes, Danramil Gerung Kapten Inf Mujiono, Pasilogdim 1606/Mataram Mayor Inf.Sutarmin, Danramil Sekotong Kapten Inf. Made Suandi, memantau kerja bakti yang di laksanakan oleh personel Koramil 04 Gerung serta melaksanakan pengamanan di Desa Mareje, Kecamatan Lembar, Lobar, Senin (16/5/2022).

Dalam kesempatan itu tersebut Dandim 1606/Mataram Letkol Arm Arif Rahman S.Sos., M.M menyampaikan, “hari ini Jajaran Kodim 1606/Mataram bersama Polres Lobar bersama-sama mengamankan jalannya Ibadah umat Buddha yang ada di wilayah Lobar, khususnya Desa Mareje ini. TNI- Polri terus bersinergi dalam merangkul seluruh komponen masyarakat guna memberikan keamanan, kenyamanan dan membantu setiap kesulitan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan “tiga wilayah oprasional Kodim 1606/Mataram yakni Kota Mataram, Lobar dan Lombok Utara telah kami perintahkan masing-masing Babinsa untuk melaksanakan pengamanan Hari Raya Tri Suci Wasiak. Babinsa selaku aparat kewilayahan akan berusaha untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat binaan,” tegasnya

Senada dengan Dandim 1606 Mataram, Kapolres Lobar AKBP Wirasto Adi Nugroho, S.I.K menegaskan, “Kami telah menyiapkan personel untuk pengamanan dengan di backup dari TNI dan Personel Polda. Hari ini saya dengan Forkopimda serta Dandim 1606 Mataram, mengecek langsung pelaksanaan dan pengamanan Ibadah Hari Raya Waisak di lima Vihara, khususnya di desa mareje,” ungkapnya.

Kapolres juga menjelaskan, “sampai sejauh ini kegiatan masih berlangsung aman dan lancar, namun kami tetap menyiagakan personel dalam pengamanan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan selama Ibadah berlangsung,” jelasnya.

“Untuk selanjutnya, pasca kejadian  kesalahpahaman yang terjadi sebelumnya, proses rehab/perbaikan rumah yang sedang dalam proses terdampak maupun, dan beberpa ahri kedepan akan diadakan proses rekonsiliasi dua pihak melalui makan bersama atau Roah,” lanjutnya.

“ini kita lakukan dengan harapan masyarakat tidak ada rasa dendam, sehingga bisa kembali normal. Memang membutuhkan waktu tapi sedang kita kerjakan yang sedang berjalan prosesnya, dan untuk proses-proses tersebut saat ini sedang berjalan dan membutuhkan kerja sama yang baik antara dua pihak sehingga apa yang diharapkan bisa secepatnya tercapai,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *