Menjadi Sorotan Penerapan Prokes, Tempat Wisata Senggigi Menjadi Sasaran Kegiatan Sampling Rapid Test Antigen, Hasilnya Masih Negatif Covid-19

by -0 views

Senggigi – Jajaran Polres Lombok Barat bersama Dinas Kesehatan dan Sat Pol-PP melakukan kegiatan sampling Rapid Test Antigen terhadap Karyawan maupun Pengunjung Cafe di Kec. Batulayar Kab. Lobar.
Dalam kegiatan ini menyasar di beberapa Cafe Kec. Batulayar yang dirangkaikan Sosialisasi jam operasional sampai pukul 22.00 wita, melalui kegiatan Patroli Gabungan Skala Besar, Sabtu (30/1).
Dari Polres Lombok Barat dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Lobar AKP Kadek Metria, S.Sos., S.H., M.H dan didampingi oleh Kasat Reskrim AKP Dhafid Shiddiq, SH., S.IK, Kasat Intelkam Iptu I Nyoman Agus Sugiarta W, SH., MH, Kasat Narkoba Iptu Faisal Apriadi, SH, dan Kasat Lantas Rita Yuliana, SIK., M.M.
Sementara itu, dari Dinas Kesehatan Lombok Barat dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Penaggulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Lombok Barat dr. H. Ahmad Taufiq Fatoni.
Saat dimintai keterangan, dr. H. Ahmad Taufiq Fatoni mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil Evaluasi perkembangan Covid-19 di Lombok Barat.
“Perkembangan kasus Covid-19 di NTB yang cukup menghawatirkan, termasuk di Lombok Barat, mau tidak mau bagaimana prokes ini diterapkan,” ungkapnya.
Sehingga kegiatan sampling Rapid Test Antigen ini dilakukan, untuk mengetahui agaimana penyebaran covid 19 di Lombok Barat, untuk menetukan pola yang tepat dalam menekan angka penyebaran covid-19.
“Sehingga Gugus Tugas Lombok Barat, bersama Tim Reaksi Cepat penanggulangan Covid-19 dan Jajaran Polres Lombok Barat, berinisiatif untuk melaksanakan Rapid Test Antigen, untuk mengetahui sejauh mana penyebaran Covid-19 di Lombok Barat, Terutama di Daerah Wisata,” ujarnya.
Menurutnya, sebagai Daerah Wisata tentunya menjadi sorotan, tentang sejauh mana penerapan protocol Kesehatan di Daerah Wisata.
“Saat ini, memang tidak mudah, tetapi kita akan terus melakukan ini, dengan harapan tempat wisata bisa pulih kembali. Sehingga diharapkan dukungan dari para pelaku wisata, dan kepedulian bersama dalam menyikapi ini,” pungkasnya.
Saat disinggung tentang hasil kegiatan sampling Rapid Test Antigen ini, dr. Fatoni menjelasakan telah melakukan sampling terhadap Sepuluh orang di tempat hiburan malam, semuanya dengan hasil negative.
“Pada prinsipnya, pada hari pertama kita tida mencari sampling yang banyak, untuk mengetahui bagaimana penyebarannya, bila meningkat tentunya akan dilakukan sampling lebih banyak lagi,” jelasnya.
Dijelasakan pula, sampling yang dilakukan secara acak, menyasar di tempat-tempat hiburan malam di Daerah Wisata Senggigi.
“Kegiatan sampling Rapid Test Antigen ini dilakukan di tempat hiburan malam, karena ini sangat berkaitan erat dengan Peraturan pembatasan jam malam, dimana sangat berpotensi menjadi tempat berkerumun,” imbuhnya.
Ditekankan pula, bagaimanapun tempat wisata ini harus tetap dijaga, jangan sampai pengelola maupun pengunjung yang datang, justru menjadikan Daerah wisata sebagai tempat penyebaran covid-19.
“Dari hasil kegiatan sampling Rapid Test Antigen malam ini memang semuanya dengan hasil negative, dan ini didukung oleh pengelola menerapkan protocol Kesehatan cukup baik,” pungkasnya.
Ini terlihat dari para pengunjung dan pengelola, semuanya telah menggunakan masker, disemua tempat telah disediakan Hand sanitizer, namun dingatkan untuk tetap menjaga jarak.
“Dalam menjaga jarak harus lebih diperhatikan, dan itu yang kita dorong, sehingga protocol Kesehatan benar-benar diterapkan dengan baik,” tandasnya.
Sementara itu, Kapolres Lobar AKBP Bagus S. Wibowo, SIK melalui Kabag Ops Polres Lombok Barat AKP Kadek Metria, S.Sos., S.H., M.H mengatakan, Jajaran Polres Lombok Barat telah melakukan beberapa kegiatan dalam penaggulangan dan pencegahan Covid-19 di Wilayah Hukum Polres Lombok barat.
“Mulai dari kegiatan penyekatan di Tempat Wisata Senggigi, secara terbuka melakukan kegiatan himbauan melalui kegiatan Patroli skala besar, himbauan pembatasan jam malam,”ungkapnya.
Kabag ops juga menjelaskan bahwa kegiatan secara tertutup juga dilakukan, dengan mengerahkan personel polisi tidak berseragam turut berperan aktif dalam kegiatan pencegahan.
“Secara tertutup, unit-unit intelkam melakukan pemeriksaan Identitas, himbauan prokes (3 M) dan tidak berkerumun” ucapnya.
Dikatakan pula bahwa himbauan jam malam ini dilakukan agar jangan sampai terjadinya kerumunan, dan ini juga merupakan rangkaian kegiatan bersama Dinas Kesehatan Lobar dalam sampling Rapid Test Antigen.
“Sementara kita masih melakukan himbauan terkait jam malam, bila ini tidak diindahkan maka akan diberikan sanksi tegas, hingga berujung penutupan,” pungkasnya.
Ditegaskan pula bahwa, semua rangkaian upaya pencegahan dan penanggulangan covid-19 ini, termasuk dalam penegakan hukum, tidak terlepas dari upaya pembangunan dan pemulihan ekonomi tetap berjalan dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.